Lompat ke konten

200 Tahun Perang Padri

Berangkat dari pernyataan-pernyataan dan kenyataan itulah, dalam rangka 200 tahun Perang Padri, yang dimulai tahun 1821, penulis membuat sejumlah tulisan yang meninjau ulang sejarah penulisan sejarah (historiografi) Perang Padri, serta mere-rekonstruksi berbagai peristiwa yang terjadi pada masa Perang Padri. Perang Padri dipilih karena peristiwa tersebut termasuk peristiwa sejarah yang banyak ditulis oleh penulis dan sejarawan, serta memiliki arti yang besar bagi perubahan sosial, politik, ekonomi, budaya, serta pemahaman dan praktik beragama orang Minangkabau.

#pojokcerpen #tandabaca #bergembiradenganmembaca #200tahunperangpadri

Posting artikel terkait

Mengurai Sejarah Konflik Maluku Utara

Mengurai Sejarah Konflik Maluku Utara Resensi “Jangan Percaya Surat Palsu” oleh Linda Christanty Buku “Jangan Percaya Surat Palsu: Laporan Jurnalistik tentang Konflik di Maluku Utara,

Empat Setengah Jam di Punika

Bang Nezar Patria, menceritakan kembali hal-hal di balik tulisan yang menjadi salah satu yang paling sering diingat: Sejarah Mati di Kampung Kami. Ditulis delapan belas tahun lalu, saat ia masih wartawan muda. Saat itu, ia ditugaskan meliput kampung halaman pasca tsunami. Suasana dan aroma yang dirasakan di kampung halaman, melahirkan salah satu tulisan yang sangat personal dan kuat. “Kata teman-teman, artikel itu kerap menjadi salah satu contoh beberapa kelas menulis features. Saya merasa tersanjung”, katanya.

Kisah Inspiratif Penyintas

Memahami sejarah untuk menata masa depan yang lebih baik adalah sebuah tindakan sadar dan strategis yang perlu dilakukan oleh sebuah bangsa yang berkehendak maju dalam

Sign up for our email newsletter